Tampilkan postingan dengan label makrifat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makrifat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Oktober 2017

Menyatu Diri dengan Ilahi







Penulis KH. Muhammad Sholikhin

Syaikh Abd al-Qadir al-Jailani merupakan sosok wali dan ulama yang sangat popular bagi masyarakat Indonesia. Ia salah satu tokoh besar dan berpengaruh di kalangan Islam-Jawa penganut aliran tasawuf tarekat.

Banyak karya-karya al-Jailani mempengaruhi konsep filsafat Syekh Siti Jenar, antara lain: Sirr al-Asrar dan Futuh al-Ghaib. Di mana, Syekh Siti Jenar kemudian menformulasikannya dalam konsep ajaran Manunggaling Kawula-Gusti—yang hingga saat ini masih kontroversi. Pada dua karya tersebut, al-Jailani menceritakan pengalaman spiritualnya yang puncak ekstasenya sampai pada tahapan haqiqat al-haqa iq, liqa illah (menyatu diri dengan Allah).

Lantas, bagaimana konsep menyatu diri dengan Ilahi ala Syaikh Abd al-Qadir al-Jailani? Siapa sosok ulama besar itu sesungguhnya? 

Rabu, 26 April 2017

Awarif al Ma'arif (Puncak Pengetahuan Ahli Makrifat)

Awarif al Ma'arif (Puncak Pengetahuan Ahli Makrifat)
Penulis Syaikh Syihabuddin 'Umar SUHRAWARDI

Dalam periode tertentu sejarah islam, tasawuf pernah dituding sebagai salah satu penyebab kemunduran kaum muslim dalam berbagai bidang. Kemudian, dalam sebuah bidang kajian islam, tasawuf juga lebih sering disalahpahami ketimbang diapresiasi secara objektif dan profesional. Akhirnya, lahirlah berbagai silang pendapat yang mempersoalkan validitas dan otentisitas tasawuf. Padahal seperti dijelaskan Syyed Hosein Nasr, seorang pakar tasawuf kontemporer, secara bisa dijelaskan dengan ringkas bahwa esnsi tasawuf sesungguhnya adalah upaya untuk meneladani akhlak dan kehidupan Nabi Muhammad serta bertujuan meraih; pengetahuan hakiki (ma'rifah) tentang pesan ajaran sentral islam, yakni Kemahaesaan Allah ( Tawhid).

Karenanya dalam konteks ini, diperlukan pemahaman simpatik dan apresiatif tentang tasawuf yang benar-benar berasal dari berbagai sumber otentik. Untuk menyahuti imbauan dan memenuhi kebutuhan akan pemahaman seperti itu, relevansi kehadiran buku ini terasa amat penting artinya. Buku ini adalah sebuah terjemahan dari kitab tasawuf klasik terkenal karya seorang syaikh dan tokoh sufi terkemuka, Syihabuddin Umar ibn Muhammad Suhrawardi. Berbagai konsep dan pengertian dalam dunia tasawuf dibahas secara terinci dan dijelaskan langsung dari sumber dan otoritas tangan pertamadi bidangnya. Tidak berlebihan kiranya kalau buku ini disebut-sebut sebagai salah satu buku daras (text book ) klasik terbaik tentang tasawuf di dalam literatur islam.